Tokoh masyarakat setempat, Zahlul Yuzar, menegaskan bahwa Nyadran bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya pesisir.
“Lewat Nyadran, para nelayan berdoa agar diberi keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan yang melimpah. Tradisi ini juga mempererat kebersamaan warga,” katanya.
Nyadran Dewi Sekardadu hingga kini tetap menjadi momen yang dinanti masyarakat pesisir Sidoarjo. Tradisi ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Jawa, tetapi juga memperlihatkan kuatnya unsur religius dan semangat gotong royong yang hidup menjelang Ramadan. [SWD]








