Netanyahu Bersikeras Kerahkan Tentara ke Rafah di Tengah ‘Tekanan Internasional’

  • Whatsapp

Rafah adalah pusat populasi besar terakhir di Gaza yang belum menjadi sasaran serangan darat dalam perang tersebut. Konflik itu sendiri dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel selatan.

Netanyahu pada Minggu juga mengkritik “mereka yang berada di komunitas internasional yang sedang mencoba menghentikan perang” dengan “membuat tuduhan palsu” terhadap Israel dan militernya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Israel terus-menerus mendapat kritik atas jatuhnya korban sipil di Gaza serta kekurangan bantuan yang memicu ketakutan akan kelaparan.

Pada Kamis, pemimpin Senat AS Chuck Schumer menyerukan Israel untuk mengadakan pemilu baru, yang memicu penolakan keras dari Partai Likud pimpinan Netanyahu yang mengatakan Israel “bukan republik pisang”.

Netanyahu mengatakan pada Minggu bahwa pemilu baru akan “menghentikan perang, dan melumpuhkan negara setidaknya selama enam bulan.”

“Jika kita menghentikan perang sekarang, sebelum semua tujuannya tercapai, itu berarti Israel kalah perang, dan kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” tukasnya. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *