Netanyahu Bersikeras Kerahkan Tentara ke Rafah di Tengah ‘Tekanan Internasional’

  • Whatsapp

Anggota kabinet Israel akan membahas “mandat” tim perundingan pada Minggu malam, kata kantor Netanyahu.

Ia juga dijadwalkan bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang diperkirakan akan mengulangi peringatannya terhadap serangan darat di Rafah.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Mayoritas dari 2,4 juta penduduk Gaza mencari perlindungan dari pengeboman Israel yang tiada henti di kota selatan, dekat perbatasan wilayah pesisir dengan Mesir.

Presiden AS Joe Biden, yang mendukung Israel selama perang, mengatakan invasi Israel ke Rafah akan menjadi “garis merah” tanpa adanya rencana perlindungan sipil yang kredibel.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada hari Jumat bahwa Washington menginginkan “rencana yang jelas dan dapat diterapkan” di Rafah untuk memastikan warga sipil “terhindar dari bahaya”.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia PBB, WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Jumat meminta Israel “atas nama kemanusiaan” untuk tidak melancarkan serangan terhadap Rafah.

Kantor Netanyahu mengatakan pada Jumat bahwa dia telah menyetujui rencana militer untuk melakukan operasi di Rafah, meskipun belum ada batas waktu yang diberikan.