Museum Indonesia, Riwayatmu Kini
Sementara itu, mengacu pada Undang-Undang Museum Nomor 66 Tahun 2015, Yiyok mengatakan, ada enam variabel yang harus dimiliki sebuah museum.
“Ada visi misi, punya lokasi, bangunan, punya nama, SDM, dana dan koleksi,” katanya.
Yiyok menjelaskan, selain itu, koleksi museum harus sarat kajian oleh kurator, dan meskipun kuno barangnya, tapi kekinian tampilannya. Ia menambahkan bahwa museum seharusnya tidak sekadar bicara masa lalu. Contoh terakhir itu dapat ditemukan pada Museum Bank Indonesia, salah satu museum favoritnya, yang menampilkan koleksi dari masa lalu, tetapi dapat membuat pengunjung belajar untuk masa depan.
Anna, yang mengaku belum mempunyai museum favorit di Indonesia, mengingatkan bahwa masyarakat tidak akan berminat ke museum yang tidak memiliki kelebihan untuk dikunjungi. Karena itu, ia menekankan tentang pentingnya pengelola melakukan inovasi terhadap museumnya sendiri, baik dalam tata pameran maupun program-programnya
“Apa lagi sekarang ini kan gen Alpha, gen Z, milenial lebih senang media komunikasi dengan internet dan segala macam kemajuan teknologi. Kalau di pihak museum, tata pamernya masih konvensionalnya, jadinya, ‘ah mengapa ke museum lagi?’” kata Anna.
Harapan tentang museum
Anna dan KPMI berharap semakin banyak pengunjung yang datang ke berbagai museum di Indonesia bukan hanya untuk berswafoto atau membuat konten, tetapi untuk menambah wawasan kebudayaan Indonesia yang sangat beragam. Memajukan museum untuk jangka panjang, katanya,
“Supaya bangsa kita ini bisa lebih kokoh berdiri dengan kebudayaan kita. Jangan sampai kebudayaan kita tergerus dengan kemajuan teknologi atau invasi inovasi atau dari negara-negara lain yang sekarang sedang tren,” kata Anna.
Senada dengan itu, Yiyok mengingatkan museum sebagai tempat menjaga agar jati diri bangsa tidak dilupakan.
“Kalau tidak ada museum, gampang untuk menghancurkan suatu negara, Hancurkan saja museumnya,” katanya.
“Segala macam ilmu pengetahuan ada di museum. Juga, museum adalah ruang publik. Teman-teman semua bisa ke museum untuk menyalurkan, menjalankan aktivitas, bersosialisasi, di dalam museum itu sendiri,” kata Dhanu.
Jelita menambahkan bahwa museum adalah milik bersama.
“Tidak ada salahnya kalian memberi feedback pada orang-orang yang bekerja di museum, agar mereka bisa menjadikan museum yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan kita,” ujarnya. [Red]#VOA









