Di Pristina, reformasi ini dianggap sebagai langkah lain menuju pengakuan penuh dan dorongan bagi ambisi Kosovo, yang memproklamasikan kemerdekaannya pada 2008 untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Menurut Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, Kosovo pada tahun 2018 telah memenuhi semua kriteria yang diperlukan untuk bebas visa, termasuk manajemen perbatasan dan migrasi. Namun, persetujuan tersebut tertahan oleh Prancis dan Belanda, yang khawatir akan kemungkinan terjadinya gelombang migrasi baru, serta lima anggota Uni Eropa lainnya, yaitu: Siprus, Yunani, Rumania, Slovakia, dan Spanyol. Kelima negara ini tidak mengakui kemerdekaan Kosovo dari Serbia, begitu pula dengan Serbia.
Sebelum Uni Eropa mencabut aturan visa bagi Kosovo, pemegang paspor Kosovo dapat melakukan perjalanan tanpa visa hanya ke-14 negara di seluruh dunia.








