Kapolri juga menyampaikan bahwa tantangan gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, sembari mengapresiasi ketahanan ekonomi nasional Indonesia yang mampu tumbuh 5,29% YoY pada Triwulan II 2026. Beliau menekankan bahwa jaringan kader Tapak Suci yang tersebar luas memiliki peran strategis untuk bersinergi dengan Polri. Tapak Suci diharapkan menjadi cooling system di tengah masyarakat untuk mencegah konflik sosial, menangkal hoaks, serta membentengi generasi muda dari ancaman narkoba, judi online, dan kekerasan. Langkah kolaboratif ini dinilai sejalan dengan penguatan program Sabuk Kamtibmas Polri.
Muktamar XVI Tapak Suci Resmi Dibuka di Semarang, Kapolri Terima Anugerah Anggota Kehormatan








