Untuk memperkuat keterlibatan orang tua, Isa mendorong Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menerbitkan kebijakan khusus yang memberikan keleluasaan bagi ASN, pekerja swasta, hingga pelaku UMKM agar dapat mengantar anak mereka ke sekolah pada hari pertama MPLS.
Isa bahkan menyarankan agar jam kerja instansi di hari pertama sekolah diundur menjadi pukul 09.00 WIB. “Ini bukan soal presensi kerja, tapi membangun ikatan awal yang hangat antara anak dan sekolah. Di Surabaya, anak adalah prioritas utama,” ujarnya.
LPA Jatim meyakini bahwa jika kebijakan ini diimplementasikan, Surabaya bukan hanya menjadi Kota Layak Anak secara administratif, tetapi juga secara substansial dan emosional—menjadi kota tempat anak-anak tumbuh dalam pelukan harapan dan kebersamaan.
“MPLS bukan sekadar perkenalan sekolah. Ia adalah panggung awal peradaban. Di sana, anak disambut dengan cinta, bukan tekanan,” tutup Isa. [Nat]








