Menteri Luar Negeri Iran Anggap Remeh Serangan Drone

  • Whatsapp
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian berbicara kepada anggota Dewan Keamanan dalam pertemuan untuk mengatasi situasi di Timur Tengah, di markas besar PBB di New York City, New York, 18 April 2024. (Foto: Reuters)

Teheran melancarkan serangan-serangan tersebut sebagai respons terhadap dugaan serangan udara Israel pada 1 April yang mengakibatkan kerusakan di kompleks kedutaan Iran di Damaskus dan menewaskan beberapa perwira Iran, termasuk seorang jenderal senior.

Israel, bersama dengan sekutu-sekutunya, termasuk AS, mendesak sepanjang minggu ini untuk memastikan setiap pembalasan lebih lanjut akan disesuaikan agar tidak memicu eskalasi lebih lanjut, dan negara-negara Barat memperketat sanksi terhadap Iran untuk menenangkan Israel.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tidak ada laporan dari Israel pada Jumat mengenai kemungkinan rencana tindakan lebih lanjut. Selain dari serangan langsung ke wilayah Iran, mereka memiliki metode lain untuk melakukan serangan, termasuk serangan siber dan serangan terhadap proksi Iran di tempat lain.

Kekerasan antara Israel dan proksi Iran di Timur Tengah semakin meningkat selama enam bulan pertumpahan darah di Gaza, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa perang bayangan yang dilakukan kedua pihak dapat berubah menjadi konflik langsung.

Pesawat dan tank Israel melakukan serangan terhadap beberapa wilayah di Jalur Gaza pada Jumat dini hari. Serangan udara juga diluncurkan ke wilayah Rafah, tempat lebih dari setengah dari 2,3 juta penduduk Gaza mencari perlindungan. Informasi ini disampaikan oleh warga, media Hamas, dan pejabat dari kementerian kesehatan yang dikelola oleh Hamas di Gaza.

Satu serangan menghantam dua apartemen di sebuah bangunan tempat tinggal di kota tersebut, menewaskan sembilan orang, termasuk empat anak-anak, dan melukai beberapa lainnya, kata para pejabat kesehatan.

Serangan udara juga menghancurkan sedikitnya lima rumah di kamp pengungsi Al-Nuseirat di Gaza tengah, kata warga dan media Hamas.

Pemerintah Israel tidak segera membalas permintaan komentar. [Red]#VOA