Mentan Targetkan PDB Sektor Pertanian 4,81 Persen pada 2029
Pengamat pertanian dari Universitas Gadjah Mada Dwidjono H. Darwanto mengatakan jika pemerintah ingin melakukan swasembada pangan, yang pertama harus dilakukan adalah memperbaiki jaringan irigasi di seluruh Indonesia, yang saat ini 60 persennya telah rusak. Dia mengatakan peningkatan produksi atau swasembada pangan tidak akan tercapai jika airnya tidak mencukupi.
Berdasarkan hasil penelitiannya, kata Dwidjono, irigasi memegang peranan sekitar hampir 15 persen dari peningkatan produktifitas padi. “Minimal kalau kita bisa memperbaiki saluran irigasi ini, saya yakin produktifitas kita bisa meningkat, merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan pada tahun 1984, Indonesia berhasil melakukan swasembada pangan. Hal itu dikarenakan Presiden Soeharto ketika itu telah membangun irigasi secara besar-besaran. Di banyak daerah, tambahnya, dibuat bendungan seperti di Wonogiri dan Boyolali. Namun sayang setelah itu, jaringan irigasinya tidak dipelihara dan akhirnya banyak yang rusak sehingga sulit meningkatkan produktifitas kembali.
Selain memperbaiki jaringan irigasi, yang juga harus dilakukan oleh pemerintah jika ingin melakukan swasembada pangan adalah penggunaan bibit unggul. Menurutnya, varietas unggul itu sekitar 23 persen kontribusinya terhadap peningkatan produktifias. Penggunaan bibit unggul ini tidak dapat disamakan untuk semua daerah.
“Misalnya untuk daerah lahan kering, di daerah Timur Indonesia, itu juga ada ditemukan gogo rancah. Gogo rancah itu untuk padi lahan kering, itu juga sudah ada ditemukan. Kemudian untuk daerah rawa, kan banyak di Kalimantan, daerah rawa itu juga sudah punya bibit unggulnya cuma penyebarannya aja yang masih rendah. Yang cocok untuk daerah kering, daerah rawa, daerah pasang surut, di tanah dataran rendah biasa,” ungkap Dwidjono.
Selain itu penggunaan pupuk juga hal yang penting diperhatikan, ungkap Dwidjono. Dia mengatakan penggunaan pupuk harus menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Pasalnya, selama ini penggunaan pupuk itu sudah ditentukan dosisnya dari pabrik pupuk. Itu seolah-olah hampir semua daerah di Indonesia itu sama, padahal kebutuhan masing-masing daerah atau wilayah berbeda-beda.
Dwidjono menyakini jika perbaikan irigasi, penggunaan bibit unggul yang tepat dan penggunaan pupuk yang bijak dapat dilakukan dengan baik, maka pemerintah dapat melakukan peningkatakan produktifitas padi. [Red]#VOA









