
Menlu Retno Sebut Ada Upaya Sistematis untuk Terus Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Pihaknya, kata Menlu juga sudah berbicara dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyerukan agar kejadian seperti itu jangan sampai terjadi lagi.
“Indonesia di dalam call, kita mengatakan seharusnya para pelaku itu ditindak dan ada upaya untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi. Bantuan kemanusiaan harus mendapatkan prioritas untuk dapat disalurkan tanpa hambatan,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI) Agung Nurwijoyo mengatakan kejadian yang baru-baru ini terjadi menandakan bahwa Israel tidak memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan perdamaian.
“Ini adalah pembicaraan kalau dalam meja perundingan antara state dengan non-state. Maka kemudian agar mengukuhkan posisi ini dalam posisi yang memang sifatnya setara maka posisi state-nya ini harus kemudian diafirmasi. Rasa-rasanya kemudian kita melihat dalam konteks Majelis Umum PBB yang terakhir dalam sidang umumnya di mana 143 negara yang kemudian mendukung peningkatan status Palestina, dan ini menjadi rekomendasi untuk Dewan Keamanan PBB yang menunjukkan bahwa kondisi ini memang memberikan sinyalemen bahwa dunia telah berubah,” ungkap Agung.
Yang dimaksud Agung bahwa dunia telah berubah adalah masyarakat global sudah jengah melihat tindakan yang telah dilakukan Israel selama ini. Dalam konteks diplomasi global, hal tersebut juga ditandai dengan berbagai macam tindakan isolasi dari negara-negara besar terhadap Israel.









