Menlu Retno Sebut Ada Upaya Sistematis untuk Terus Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

  • Whatsapp
Truk-truk yang membawa bantuan ke Gaza terhenti setelah dirusak oleh para pemukim Israel dekat pos pemeriksaan tak jauh dari Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel, Selasa, 14 Mei 2024. (Foto: Mussa Qawasma/Reuters)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tiba di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, untuk menyampaikan pandangan terkait okupasi Israel di Palestina. (Foto: Courtesy/Kemenlu)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tiba di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, untuk menyampaikan pandangan terkait okupasi Israel di Palestina. (Foto: Courtesy/Kemenlu)

Pihaknya, kata Menlu juga sudah berbicara dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyerukan agar kejadian seperti itu jangan sampai terjadi lagi.

“Indonesia di dalam call, kita mengatakan seharusnya para pelaku itu ditindak dan ada upaya untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi. Bantuan kemanusiaan harus mendapatkan prioritas untuk dapat disalurkan tanpa hambatan,” tegasnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sementara itu, pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI) Agung Nurwijoyo mengatakan kejadian yang baru-baru ini terjadi menandakan bahwa Israel tidak memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan perdamaian.

Maka dari itu, menurutnya, hal mendesak yang harus dilakukan adalah upaya peningkatan status Palestina sebagai negara yang berdaulat. Menurutnya, tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina ini terjadi karena di dalam meja perundingan tidak ada pihak yang setara, sehingga Israel menganggap pihak Palestina dalam hal ini Hamas bukanlah sebagai negara atau state.

“Ini adalah pembicaraan kalau dalam meja perundingan antara state dengan non-state. Maka kemudian agar mengukuhkan posisi ini dalam posisi yang memang sifatnya setara maka posisi state-nya ini harus kemudian diafirmasi. Rasa-rasanya kemudian kita melihat dalam konteks Majelis Umum PBB yang terakhir dalam sidang umumnya di mana 143 negara yang kemudian mendukung peningkatan status Palestina, dan ini menjadi rekomendasi untuk Dewan Keamanan PBB yang menunjukkan bahwa kondisi ini memang memberikan sinyalemen bahwa dunia telah berubah,” ungkap Agung.

Truk-truk yang membawa bantuan kemanusaiaan dari Uni Emirat Arab dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) melewati dermaga Trident sebelum tiba di pantai di Jalur Gaza, Jumat, 17 Mei 2024. (Foto: Staff Sgt. Malcolm Cohens-Ashley/U.S. Army via AP)
Truk-truk yang membawa bantuan kemanusaiaan dari Uni Emirat Arab dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) melewati dermaga Trident sebelum tiba di pantai di Jalur Gaza, Jumat, 17 Mei 2024. (Foto: Staff Sgt. Malcolm Cohens-Ashley/U.S. Army via AP)

Yang dimaksud Agung bahwa dunia telah berubah adalah masyarakat global sudah jengah melihat tindakan yang telah dilakukan Israel selama ini. Dalam konteks diplomasi global, hal tersebut juga ditandai dengan berbagai macam tindakan isolasi dari negara-negara besar terhadap Israel.