Menkeu: APBN Defisit Rp93,4 Triliun per Juli 2024

  • Whatsapp
Menkeu Sri Mulyani mengatakan Kinerja APBN pada Juli 2024 yang defisitnya makin melebar disebabkan faktor eksternal seperti pelemahan ekonomi AS dan China dan geopolitik yang memanas. (VOA/Ghita Intan)

Meskipun kas negara mengalami defisit yang terus melebar, namun masih terdapat keseimbangan primer sebesar Rp179,3 triliun. Keseimbangan primer APBN adalah selisih antara total pendapatan negara dan belanja negara di luar pembayaran bunga utang.

Kondisi Perekonomian Global

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dalam kesempatan yang sama, mantan Managing Director World Bank itu memaparkan berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja APBN, di antaranya adalah pelemahan ekonomi dua negara besar, yaitu Amerika Serikat dan Tiongkok, serta faktor geopolitik.

Ia menjelaskan berdasarkan data tenaga kerja yang buruk hingga ekspektasi turunnya Fed Fund Rate (FFR) di negeri Paman Sam yang tidak terjadi, perekonomian negara itu diperkirakan akan mengalami “hard landing”.

“Growthnya ini diharapkan bank sentral Amerika melemah tetapi soft landing. Namun dengan data yang muncul, di mana labor market agak soft, mereka khawatir akan terjadi hard landing. Ini yang terjadi pada minggu lalu, yang menjelaskan volatilitas cukup besar pada perekonomian Amerika yang berpengaruh ke seluruh dunia,” jelasnya.

Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers “APBN Kita” di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (13/8) melaporkan kinerja APBN pada Juli 2024 defisit Rp93,4 triliun.(VOA/Ghita Intan)
Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers “APBN Kita” di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (13/8) melaporkan kinerja APBN pada Juli 2024 defisit Rp93,4 triliun.(VOA/Ghita Intan)

Sri Mulyani mengatakan, perekonomian China pada kuartal II 2024 juga melemah di level 4,7 persen, antara lain karena krisis di sektor propertinya. Hal tersebut juga dibarengi dengan kondisi global yang tidak mendukung produk ekspor mereka, karena banyak negara sudah mulai memasang tarif tinggi untuk barang-barang impor dari China. Akibatnya adalah produksi berlebihan yang tidak terserap oleh pasar, ujarnya.

Ketidakpastian global ini, lanjut Menkeu, diperparah oleh perang Ukraina-Rusia, juga kondisi di Timur Tengah yang masih bergejolak.

“Ini semuanya menggambarkan bahwa 2024, baik konstelasi politik, militer, keamanan maupun dari sisi ekonomi semuanya dalam arah dan dinamika yang tensi meningkat tinggi, dan pasti ini mempengaruhi kinerja ekonomi global. Makanya ekonomi global 2024 ini diperkirakan masih akan melemah, dan perdagangan maupun investasi global karena sekarang fragmented dunia, dan menjadi banyak sekali barrier entry melalui berbagai perang dagang pasti akan mempengaruhi dari sisi perdagangan dan investment yang kemudian pengaruh kepada global growth,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *