Menkes: Kasus Cacar Monyet Varian 1B Belum Terdeteksi di Indonesia

  • Whatsapp
Seorang penumpang berjalan melewati spanduk yang menginformasikan tentang Cacar Monyet (MPOX) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, 26 Agustus 2024. (YASUYOSHI CHIBA / AFP)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan meningkatkan surveilance d iberbagai pintu masuk di Indonesia untuk mencegah penyebaran cacar monyet dari luar negeri. (Biro Setpres)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan meningkatkan surveilance d iberbagai pintu masuk di Indonesia untuk mencegah penyebaran cacar monyet dari luar negeri. (Biro Setpres)

Pemerintah, tegasnya akan melakukan berbagai langkah untuk memitigasi penyebarannya di tanah air, yakni dengan melakukan surveillance lebih ketat dengan mengaktifkan kembali electronic surveillance card. Para pelancong yang datang dari luar negeri katanya, diharuskan mengisi berbagai informasi yang dibutuhkan, kemudian apabila termasuk dalam kategori aman atau hijau, maka akan dibiarkan masuk. Namun, apabila termasuk kepada kategori kuning atau merah, maka pihak bandara akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Ingat PeduliLindungi? Jadi orang-orang datang dari luar negeri, dia isi, nanti dikasih QR code, kalau dia hijau, tidak usah diapa-apakan, kalau kuning atau merah kita lihat suhunya, kalau ternyata memang tinggi dan ada ruam-ruam nanti diambil PCR. Kita sudah siapkan dua mesin PCR yang bisa (mendeteksi) 30-40 menit, di Jakarta, Cengkareng dan di Bali karena ada acara Asia Afrika. Jadi kalau ada yang teridentifikasi pernah datang ke Afrika, suhunya tinggi langsung kita ambil, langsung dalam waktu singkat kita bisa lihat apakah positif atau tidak. Kalau positif, langsung ditaruh diisolasi, rumah sakit karena obat-obatan kita sudah siapkan antivirusnya,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selain itu, beberapa rumah sakit di Jakarta dan Bali, ujarnya juga sudah dilengkapi dengan labolatorium, dan alat-alat penunjang lainnya seperti reagen PCR dan reagen untuk mendeteksi varian untuk melakukan whole genome sequencing. Obat-obatan dan vaksin juga sudah disiapkan oleh pemerintah.

Khusus untuk tahun ini, pemerintah akan mendatangkan 1.600 dosis vaksin cacar monyet yang didatangkan dari Denmark. Tidak seperti vaksin COVID-19, vaksin cacar monyet memang tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum, namun bagi kelompok yang berisiko tinggi dan membutuhkannya seperti petugas laboratorium, petugas kesehatan dan lain-lain.

“Memang vaksin ini bukan untuk masyarakat umum, karena penularannya bukan seperti ini (lewat udara) penularannya benar-benar harus ada kontak seksual 95 persen, sama seperti HIV/AIDS. Dan saya rasa tidak akan sebanyak COVID-19 karena penularannya harus ada kontak fisik. Semua yang kita temukan, di Indonesia itu disebabkan adanya kontak fisik,” tuturnya.

Pemerintah pun, katanya belum berencana melakukan pembatasan pengunjung dari negara tertentu meskipun varian 1B sudah menyebar ke Swedia dan Thailand.