Menurut mantan Pemred Majalah Aula ini, pada, saat meliput konflik agama yang menjadi pegangan ketika menulis adalah kekerasan apapun yang mengatasnamakan agama yang menjadi ancaman terbesar adalah tindakan pelaku, BUKAN agamanya.
“Memang, sejauh ini pemberitaan tentang agama masih sebatas kegiatan seremonial dan peristiwa. Jurnalis harus juga mengangkat pemberitaan agama dari sisi kemanusiaannya untuk memberikan citra positif,” tutur Riadi, yang juga khadam Media Center PWNU Jatim.
“Penting pemahaman para jurnalis untuk mempromosikan perdamaian dan bukanlah memberitakan kekerasan atas nama agama, ” kata Riadi, editor senior ngopibareng.id.
Dalam kegiatan diikuti sejumlah content creator dan jurnalis media massa dengan menghadirkan narasumber berkompeten. Selain Riadi Ngasiran, juga Fikry Emeraldien (Dosen UINSA), Tedi Kholiludin (ELSA), Miftah Faridl (AJI), dan Pendeta Andre.
Bebas Akses Informasi
Ketua Fatayat NU Jatim, Dewi Winarti pada saat membuka kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk aktif di tengah masyarakat dalam menyelesaikan masalah.








