Mengatasi kelangkaan yang saat ini terjadi, Pemkab Pemalang berkordinasi dengan Pertamina meminta penambahan alokasi bukan kuota.
“Artinya alokasi yang harusnya dikasih di bulan Agustus kami geser di bulan April. Kalau nambah kuota kita harus meminta langsung ke Migas, karena pertamina hanya sebagai operator makanya hanya bisa menambah alokasi saja,” ujarnya.
Kelangkaan gas melon dikatakan Agung, karena panik buying penyebabnya, lalu adanya indikasi oknum masyarakat yang membeli di lebih dari satu tempat.
“Kedepan pihak Pertamina melalui migas akan membuat suatu regulasi yang bisa mengatasi kelangkaan gas melon 3 kg. Artinya kalau masyarakat sudah beli di satu tempat ya sudah teregister disitu, jadi teregister, termonitor belinya berapa,” terangnya.
Melalui sistem regulasi yang akan di bangun tersebut, nantinya masyarakat dapat membeli gas elpiji 3 kg itu maksimal 9 tabung dalam sebulan.








