“RSUD R.T. Notopuro harus terus berinovasi dan meningkatkan kompetensinya. Dengan menjadi pusat Diklat bagi rumah sakit lainnya, kita bisa menjadikan RSUD ini sebagai pusat unggulan dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan rumah transit bagi ibu hamil dengan risiko tinggi. Menurutnya, penyediaan fasilitas ini akan sangat membantu dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Sidoarjo, serta memastikan bahwa ibu hamil dengan kondisi khusus mendapatkan perawatan yang optimal.
“Rumah transit atau singgah ini akan menjadi salah satu ciri khas RSUD R.T. Notopuro. Kita harus memastikan bahwa ibu hamil dengan risiko tinggi mendapatkan tempat yang aman dan nyaman untuk mempersiapkan kelahiran mereka,” tambahnya.
Dengan adanya berbagai upaya optimalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga dapat mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang telah mencapai 81,88 persen.








