MACC pada bulan Januari menyampaikan pemberitahuan kepada dua putra Mahathir yang menjadi pengusaha, Mirzan dan Mokhzani, untuk menyatakan kekayaan mereka sebagai bagian dari penyelidikan terhadap catatan keuangan dan bisnis luar negeri yang diungkapkan oleh sekelompok organisasi berita.
Ketua Komisioner MACC, Azam Baki, pada hari Kamis menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai penyelidikan yang dihadapi Mahathir atau putra-putranya.
Kantor Mahathir belum memberikan komentar. Mantan perdana menteri tersebut sebelumnya menggambarkan penyelidikan terhadap putra-putranya bermotif politik.
Mahathir, yang telah menjabat sebagai perdana menteri dua kali sejak tahun 1981, terlibat dalam persaingan dengan anak didiknya, Anwar, yang telah mendominasi politik Malaysia selama beberapa dekade.








