Kepala Badan Penegakan Maritim Mohamad Rosli Abdullah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa bantuan telah diberikan kepada kedua kapal tersebut, termasuk persediaan makanan dan air minum. Kemudian, mereka dikawal ke luar negeri untuk melanjutkan perjalanan. Tidak disebutkan ke mana tujuan perahu-perahu itu, dan tidak ada informasi lebih lanjut yang diberikan.
Tidak ada perincian mengenai dari mana mereka berasal. Namun, banyak orang Rohingya yang tinggal di kamp pengungsi di Bangladesh telah dibujuk oleh para penyelundup manusia untuk pergi mencari kehidupan yang lebih baik di tempat lain.
Bangladesh menampung lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan etnis dan agama di Myanmar. Malaysia adalah tujuan populer, karena populasi Muslim Melayu yang dominan.
Banyak warga Rohingya yang melarikan diri dari operasi pemberantasan pemberontakan brutal pada 2017 oleh pasukan keamanan Myanmar, yang dituduh melakukan pemerkosaan dan pembunuhan massal.








