“Makanan bergizi tersebut berupa nasi dalam kemasan plastik dengan menu nasi, ikan, tahu, sayur, dan pisang,” terangnya. Supriadi menambahkan, siswa-siswa tersebut menyantap makanan yang dibagikan sekitar pukul 09.30 WITA. Setelah setengah jam menikmati makanan tersebut, beberapa siswa mulai merasa tidak nyaman dan mengeluhkan sakit perut serta pusing.
Menurut keterangan pihak sekolah, gejala tersebut muncul pada beberapa siswa yang mengonsumsi nasi ompreng. Pihak sekolah segera mengambil tindakan dengan menghubungi Puskesmas Mangarabombang untuk meminta bantuan medis.








