Macron Buka Opsi Pengiriman Pasukan Barat ke Ukraina, AS Menolak

  • Whatsapp
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara pada konferensi pers tentang Ukraina di Paris (26/2).

Seorang sumber militer Eropa mengatakan bahwa sekutu-sekutu Eropa telah mempelajari rencana itu selama beberapa minggu dan Amerika Serikat mendukung gagasan tersebut.

Meski Macron tidak memberikan rincian, Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan bahwa gagasan yang dikemukakan tidak memprediksi pasukan Prancis akan bertempur secara langsung menghadapi pasukan Rusia di Ukraina.

Dalam kesempatan berbeda (27/2), Menteri Pertahanan Lithuania Arvydas Anusauskas mengatakan kepada wartawan: “Yang kami bahas adalah misi latihan, komponen latihan. Pelatihan.”

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Mantan pejabat senior NATO, Camille Grand, mengatakan bahwa pernyataan Macron merupakan sebuah “isyarat politik yang besar.”

“Pesannya ada tiga: kepada Ukraina, kami mengatakan bahwa kami siap untuk mengambil risiko bersama mereka. Kepada Rusia, perang ini sangat penting bagi kami,” kata Grand kepada AFP.

“Kepada masyarakat, pertaruhannya sangat tinggi sehingga kami tidak bisa mengesampingkan kemungkinan ini.” [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *