Pemerintah menegaskan bahwa langkah tersebut sebagai upaya antisipasi dalam melindungi usaha kecil dan menengah dari gempuran produk murah yang ditawarkan oleh PDD Holdings, perusahaan pemilik Temu. Hingga kini pemerintah belum menemukan adanya sebuah transaksi apa pun dari platform tersebut.
Pertumbuhan Temu yang cepat telah memicu pengawasan ketat atas model bisnis berbiaya rendahnya dalam mengirim paket ke pelanggan dari China oleh beberapa negara.
“Kami di sini bukan untuk melindungi e-commerce, tetapi kami melindungi usaha kecil dan menengah. Ada jutaan yang harus kami lindungi,” katanya.
Budi menegaskan bahwa pemerintah akan memblokir semua investasi yang dilakukan Temu di e-commerce lokal jika tindakan tersebut dilakukan. Namun, ia belum mendapatkan informasi terkait rencana tersebut.
Budi juga mengatakan pemerintah berencana untuk meminta pemblokiran serupa untuk layanan belanja asal China, Shein.








