Libatkan Kelompok Moderat, FKPT Jatim Siap Lakukan Survei Indeks Potensi Radikalisme

  • Whatsapp

“Ini menunjukkan fenomena yang bagus, terjadi penurunan bukan berarti terjadi penurunan ancaman atau indeks intoleransi radikalisme terorisme,” tuturnya.

Sebelumnya, FKPT Jatim sedang menjajaki kerjasama untuk berdiri Kampus Kebangsaan. Hal itu dimaksudkan dalam rangka pencegahan paham radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus dan mahasiswa.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sejauh ini, BNPT bersama FKPT Jatim tidak dapat bergerak sendiri. Tapi melibatkan lima komponen pertama pemerintah daerah, kedua dengan masyarakat seperti yang saat ini dengan seluruh lapisan masyarakat, baik akademisi ataupun masyarakat biasa, ketiganya yang itu dengan pengusaha, dan akademisi.

Di UINSA dan sejumlah kampus lainnya, menjadi partner sebelum diadakan pendirian kampus kebangsaan. Selain itu ada jalinan kerja sama dengan media baik literasi digital dan lainnya.

Berdasarkan penelitian BNPT pada 2023, potensi radikal menunjukan peningkatan sebesar 1,7 persen dibanding dengan 2022.
Dimensi pemahaman yang merupakan Indeks potensi radikalisme lebih tinggi pada perempuan, kemudian remaja dan anak-anak gen Z dominan, dan netizen yang aktif menyebarkan konten keagamaan.
Tren toleransi di remaja alami peningkatan dari 61,6 persen menjadi 70,2 persen itu tingkat toleransinya. [ViN/Por]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *