Libatkan Kelompok Moderat, FKPT Jatim Siap Lakukan Survei Indeks Potensi Radikalisme

  • Whatsapp

Dari jajaran FKPT, selain Hesti Armiwulan juga Prof Dr Husniyatus Salamah Zaidiyah (Bendara FKPT), Dra Hj Faridatul Hanum (Kabid Perempuan dan Anak), Dr Muhammad Fahmi (Kabid Penelitian) dan Riadi Ngasiran (Kabid Media Hukum &Humas) serta Ahmad Nur Muhaimin SUd (asisten peneliti FKPT Jatim).

Dalam Survei IPR dan IRT respondennya adalah masyarakat umum yang sudah diklasifikasikan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan metode yang sudah diklasifikasikan dengan cermat dan teliti.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pelaksanaan diharapkan bisa menjadi parameter bagi ikhtiar untuk mengatasi masalah radikalisme dan intoleransi. IRT dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh ormas keagamaan, tokoh pers dan aparat di setiap kabupaten/kota yang menjadi sasaran survei.Dijelaskan Muhammad Fahmi, Coaching ini dilakukan secara hybrid. Bagi enumerator yang ada di lokasi Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, hadir di ruang meeting FTK UINSA.

“Sedangkan enumerator yang ada di luar kota/kabupaten tersebut mengikuti acara secara daring (link zoom menyusul menjelang acara), ” tuturnya.Ancaman Radikalisme Dinamis

Menurut Ketua FKPT Jatim, Prof Hesti Armiwulan, perkembangan isu terkini ancaman radikalisme berkembang dinamis, pada permukaan terjadi penurunan 100 persen, sehingga dapat dikatakan 0 serangan dari 2023 sampai Juli 2024.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *