Gus Imam juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara pengelola dapur, pihak sekolah, dan masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap kendala di lapangan diselesaikan melalui koordinasi, bukan disebarkan di media sosial yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
“Kalau ada masalah kecil, cukup koordinasi. Jangan langsung diviralkan. Karena hal kecil bisa berdampak besar dan mengganggu jalannya program,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ketua DPC Gerindra Lamongan menjelaskan bahwa struktur pengelolaan SPPG telah dirancang profesional oleh pemerintah. Setiap dapur SPPG memiliki tiga unsur utama yakni pengelola dapur, tenaga gizi, dan akuntan, yang berfungsi memastikan transparansi anggaran, kualitas makanan, dan akuntabilitas laporan. [NH]








