Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Penembakan Aktivis HAM Papua

  • Whatsapp

Peran Negara

Menurut Julius Ibrani, kejadian ini tidak dapat dipisahkan dari absennya negara melindungi pembela HAM di Tanah Air. Pasalnya, serangan kepada pembela HAM yang berusaha melindungi hak-hak mereka sendiri atau orang lain seperti ini terjadi secara berulang. Berdasarkan Data yang dihimpun oleh Amnesty International Indonesia (AII) pada 2023, serangan terhadap Pembela HAM di Papua merupakan yang terbanyak, yakni 103 orang.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Serangan terhadap Pembela HAM Meningkat

Berdasarkan catatan Aliansi Demokrasi untuk Papua (AIDP) setidaknya terdapat empat kasus serangan terhadap pembela HAM yang meliputi serangan fisik dan non fisik; seperti terhadap Anum Siregar, (Alm) Yuliana Yabandabra, Victor Mambor, dan Theo Hesegem. Serangan-serangan tersebut tidak pernah diungkap secara serius oleh Kepolisian, bahkan tidak jarang terdapat beberapa laporan serangan Pembela HAM yang dihentikan penyidikannya.

Oleh karena itu, kata Julius, koalisi tersebut mendesak kepala kepolisian untuk memberikan atensi yang serius dengan dan mengusut tuntas peristiwa ini berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara transparan.

“Banyak serangan terhadap pembela HAM yang selama ini terjadi di Papua, berlangsung secara sistematis dan berulang,” katanya.

Komnas HAM Dorong Penegakkan Hukum yang Transparan