Sekitar 20 mahasiswa lainnya yang hadir dalam upacara itu juga tengah menempuh studi di perguruan tinggi Northern Virginia Community College untuk program-program studi yang lebih singkat (sekitar 10 bulan) untuk kelulusan bersertifikat. Para mahasiswa ini berbaur dengan kelompok masyarakat Indonesia lainnya.
Sulih Boedi Santoso, warga (keturunan) Indonesia, menghadiri acara pengibaran bendera di Wisma Indonesia untuk pertama kalinya, meski dia sudah bermukim di AS selama 25 tahun.
“Waktu detik-detik pembacaan proklamasi ya sempat merinding, karena sudah lama sekali. Setiap tahun saya datang kemari kalau ada acara bazar, cuma kalau upacara baru pertama kali ini karena kesibukan kerja,” ujarnya.
Pada upacara peringatan ini, KBRI di Washington DC juga memberikan penghargaan kepada sejumlah staf yang telah mengabdi selama 40 tahun. Salah satunya adalah Errol Johannes Tandaju. Ia mengaku gembira mendapat penghargaan. Sebagai staf KBRI, ia menganggap hubungan Indonesia dan AS telah berlangsung baik.
“Selama ini sih bagus ya hubungan AS sama Indonesia, kelihatannya bagus, apalagi minggu depan tanggal 25 Agustus akan ada acara ‘Wow Indonesia’” kata Tandaju.
Menutup rangkaian peringatan 17 Agustus di Wisma Indonesia, masyarakat berkesempatan menikmati sajian makanan khas Indonesia, sejumlah lomba-lomba khas 17-an dan ditutup dengan upacara penurunan bendera yang berlangsung pada sore hari. [Red]#VOA









