Dari sisi keuangan, FAST masih dalam fase pemulihan. Semester I 2025 mencatat rugi bersih Rp138,75 miliar, turun 60 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp348,83 miliar. Penurunan kerugian ini menunjukkan strategi efisiensi mulai efektif.
Pendapatan perusahaan tercatat Rp2,40 triliun, terkoreksi 3,12 persen secara tahunan. Namun, beban pokok penjualan berhasil ditekan dari Rp1,05 triliun menjadi Rp961,44 miliar, sehingga laba bruto naik tipis dari Rp1,42 triliun menjadi Rp1,44 triliun.







