Jawa Timur memiliki luas baku sawah mencapai 1.207.997 hektare, terdiri dari lahan irigasi seluas 719.598 hektare dan lahan tadah hujan 488.379 hektare. Ketersediaan lahan ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan.
Namun, tantangan tetap ada. Ketergantungan pada irigasi dan perubahan iklim berpotensi memengaruhi produktivitas. Oleh karena itu, konsistensi pengelolaan lahan dan inovasi teknologi pertanian menjadi kunci keberlanjutan produksi.
Pemprov Jatim menekankan bahwa pengembangan sektor pangan dan hortikultura bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan yang kuat berarti harga bahan pokok lebih stabil, daya beli masyarakat terjaga, dan kesejahteraan petani meningkat.








