Trump kemudian tampak memegang telinganya sebelum merunduk dan tiarap. Para agen dengan sigap membentuk formasi perisai manusia di sekelilingnya. Ketika Trump berdiri, darah tampak mengucur di wajahnya. Ia pun lantas mengepalkan tangannya ke atas untuk menyemangati para pendukungnya.
“Semalam, sekitar pukul 22.00, saya menerima pesan dari beberapa jemaat gereja dan lainnya, mereka mengirimkan pesan bahwa ia telah tewas terbunuh,” kata Cirrincione. “Perasaan saya campur aduk karena tidak tahu apa yang terjadi.”
Sedikitnya dua orang lainnya terluka dalam upaya pembunuhan Trump di acara kampanyenya di Kota Butler, Pennsylvania, Sabtu.









