Kendalikan Jumlah Penduduk, BKKBN Gencarkan Program Vasektomi Gratis dengan Insentif Uang

  • Whatsapp
Dua bayi baru lahir di sebuah rumah sakit di Jakarta. Untuk mendorong laki-laki ikut serta lebih aktif dalam mengendalikan jumlah penduduk, BKKBN menggencarkan program vasektomi gratis dengan insentif uang. (Foto: Ilustrasi/Reuters).
Petugas pemerintah kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, memberikan hadiah simbolis yang menyatakan hadiah kambing bagi mereka yang melakukan vasektomi. (VOA/Nurhadi Sucahyo)
Petugas pemerintah kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, memberikan hadiah simbolis yang menyatakan hadiah kambing bagi mereka yang melakukan vasektomi. (VOA/Nurhadi Sucahyo)

Mitos dan Budaya Patriarki Hambat Program Pengendalian Penduduk

Sosiolog di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya Anis Farida mengatakan ada dua faktor utama mengapa vasektomi tidak populer di Indonesia. Pertama, katanya, masih kuatnya mitos yang berseliweran di kalangan masyarakat bahwa vasektomi akan mengurangi tingkat kejantanan seorang laki-laki. Kedua, karena masih kentalnya budaya patriarki.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Di mana laki-lakilah yang lebih berkuasa untuk menentukan, termasuk dalam hal ini, yaitu siapa yang harus menanggung beban untuk melakukan pencegahan terhadap kehamilan. Jadi akhirnya, perempuan yang kemudian diposisikan untuk menanggung beban tersebut. Kalau kita lihat hasil survei memang penggunaan vasektomi di Indonesia, tidak lebih tiga persen,” ungkap Anies.

BKKBN, tambahnya, harus berupaya keras mematahkan mitos tersebut dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keikutsertaan laki-laki untuk menggunakan kontrasepsi.

“Ketika (mindset) banyak anak banyak rezeki masih kental, maka memang tidak mudah meyakinkan orang. Pada zaman orde baru dulu ada insentif diberikan kepada mereka yang mau melakukan KB dan itu juga lebih kepada perempuan beban untuk melakukan KB. Itu pun butuh waktu sangat panjang, dengan berbagai macam insentif, bahkan dalam tanda petik misalnya pegawai negeri ada tunjangan anak hanya untuk dua orang anak saja, kalau lebih itu di luar tanggungan,” jelasnya.

Satu faktor lain yang menurut Anis juga menjadi faktor penting tetapi sering dilupakan adalah pendidikan. Sedianya ada sosialisasi sejak pendidikan dasar tentang tanggung jawab bersama dalam mengendalikan jumlah penduduk, demi peningkatan kualitas keluarga dan bangsa di masa depan. [Red]#VOA