
Kendalikan Jumlah Penduduk, BKKBN Gencarkan Program Vasektomi Gratis dengan Insentif Uang

Mitos dan Budaya Patriarki Hambat Program Pengendalian Penduduk
Sosiolog di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya Anis Farida mengatakan ada dua faktor utama mengapa vasektomi tidak populer di Indonesia. Pertama, katanya, masih kuatnya mitos yang berseliweran di kalangan masyarakat bahwa vasektomi akan mengurangi tingkat kejantanan seorang laki-laki. Kedua, karena masih kentalnya budaya patriarki.
“Di mana laki-lakilah yang lebih berkuasa untuk menentukan, termasuk dalam hal ini, yaitu siapa yang harus menanggung beban untuk melakukan pencegahan terhadap kehamilan. Jadi akhirnya, perempuan yang kemudian diposisikan untuk menanggung beban tersebut. Kalau kita lihat hasil survei memang penggunaan vasektomi di Indonesia, tidak lebih tiga persen,” ungkap Anies.
BKKBN, tambahnya, harus berupaya keras mematahkan mitos tersebut dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keikutsertaan laki-laki untuk menggunakan kontrasepsi.
Satu faktor lain yang menurut Anis juga menjadi faktor penting tetapi sering dilupakan adalah pendidikan. Sedianya ada sosialisasi sejak pendidikan dasar tentang tanggung jawab bersama dalam mengendalikan jumlah penduduk, demi peningkatan kualitas keluarga dan bangsa di masa depan. [Red]#VOA








