Kemlu: 5.111 Kasus Penipuan Online Libatkan WNI, Tidak Semua TPPO

  • Whatsapp
Polisi mengawasi para karyawan perusahaan penipuan yang dikelola warga China saat penggerebekan di gedung perkantoran di Manila. (Foto: via AFP)

Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan di mana kasus perdagangan orang tumbuh subur karena belum adanya platform bersama ASEAN untuk melindungi para pekerja migran, salah satu kelompok yang paling sering menjadi korban TPPO. Wahyu Susilo, yang mendalami isu pekerja migran selama puluhan tahun, mencontohkan bagaimana situasi konflik di Myanmar disalahgunakan untuk mendirikan kamp operasi online scam yang diduga kuat melibatkan sejumlah pejabat Myanmar.

Menurut aktivis yang pada 2007 dianugrahi “Trafficking in Persons Report Hero Award” oleh Departemen Luar Negeri Amerika, hanya ada dua negara di Asia tenggara yang tergolong baik dalam memerangi perdagangan orang, yakni Filipina dan Singapura. Sedangkan Indonesia masih dianggap belum serius dalam memebrantas perdagangan orang.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tren WNI yang menjadi korban TPPO, tambah Wahyu, juga telah bergeser dari Jawa dan Nusa Tenggara menjadi Sumatra Utara. Demikian pula negara tujuan perdagangan orang, dari Timur Tengah dan Malaysia, menjadi Myanmar Laos, Kamboja dan Filipina.

Berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri, sejak 2020 hingga November 2024, total ada 5.111 kasus penipuan online yang melibatkan WNI di luar negeri. Kamboja menduduki peringkat paling atas dengan 2.962 kasus. Namun demikian dari data nasional itu, yang terindikasi TPPO adalah 1.290 kasus. [Red]#VOA