Kebakaran Los Angeles Hanguskan Rumah WNI, Warga Saling Bantu dan Galang Dana

  • Whatsapp
Rumah warga Indonesia, Endah Redjeki, hangus akibat kebakaran hutan di Los Angeles (dok: Endah Redjeki)

Melany mengatakan saat ini banyak tempat penampungan sumbangan barang yang sudah mulai penuh atau mendapat sumbangan yang berlebih. Ia pribadi merasa tersentuh melihat semangat dan animo warga yang ingin membantu.

“Susah untuk diutarakan dengan kata-kata, tapi sangat menyentuh hati, karena memang situasi ini sangat menyedihkan, tapi juga at the same time itu sangat heartwarming ya, melihat bagaimana banyaknya teman-teman atau warga yang datang untuk volunteer, membantu dan banyak sekali barang-barang yang didonasikan,” papar Melany.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Barang donasi yang dikumpulkan Indonesian Women Alliance di Los Angeles disumbangkan ke tempat penampungan (dok: Indonesian Women Alliance)
Barang donasi yang dikumpulkan Indonesian Women Alliance di Los Angeles disumbangkan ke tempat penampungan (dok: Indonesian Women Alliance)

Untuk ke depannya, IWA masih terus menerima donasi yang hingga kini sudah mencapai ribuan dolar Amerika. Rencananya, dana ini akan diberikan kepada anggota IWA “dan beberapa teman perempuan yang sudah terkonfirmasi kehilangan rumah.”

Penggalangan dana juga tengah dilakukan oleh Masjid At-Thohir yang didirikan oleh komunitas Indonesia di Los Angeles. Tidak hanya itu, masjid At-Thohir juga menawarkan bantuan tempat tinggal bagi yang membutuhkan.

Adji Sudarmadji, presiden Indonesia Muslim Foundation di Los Angeles (dok: VOA)
Adji Sudarmadji, presiden Indonesia Muslim Foundation di Los Angeles (dok: VOA)

“Kita mencoba ikut merasakan apa yang dialami mereka,” kata Adji Sudarmadji, Presiden Indonesia Muslim Foundation di Los Angeles.

“Ada yang mengontak kami untuk tinggal di masjid kita untuk sementara. Cuman beliau adalah mahasiswa UCLA, daerah itu belum terpengaruh. Cuman memang kondisi udaranya tidak bagus, mengontak kami untuk tinggal di tempat kami. Kami izinkan untuk tinggal di tempat kami,” jelasnya.

Organisasi Paguyuban Jawa USA Plus di Los Angeles yang memiliki anggota sekitar 700 orang juga turut menggalang dana untuk membantu teman-teman yang terdampak. Dana yang terkumpul saat ini sudah melebihi 5.000 dolar Amerika atau setara dengan hampir 82 juta rupiah.

David Mulyatno, ketua Paguyuban Jawa USA Plus di Los Angeles (dok: David Mulyatno)
David Mulyatno, ketua Paguyuban Jawa USA Plus di Los Angeles (dok: David Mulyatno)

“Kemarin ada enam keluarga yang kena dampak, yang kehilangan rumah,” papar David Mulyatno, ketua Paguyuban Jawa USA Plus.

“Kita langsung bantu yang mau menerima, kita langsung serahkan. Kemudian kita akan juga memberikan kepada teman-teman yang kehilangan pekerjaan, karena banyak teman-teman kita, baik anggota kami atau bukan anggota kami, bekerja di tempat atau di area yang kena kebakaran,” tambah David.

David sendiri tinggal jauh dari titik-titik kebakaran. Namun, ia selalu memantau keadaan teman-teman sesama diaspora Indonesia lainnya.

“Setiap hari kita mendengar teman-teman, keluhan atau informasi-informasi kita share dan dari situ kita respon kepada mereka, membantu secara psikologi, membantu emotional support, dan apa yang kita bisa bantu, kita bantu,” jelasnya.

Merangkul Harapan

Bagi Endah Redjeki, musibah kebakaran ini merupakan “sesuatu yang tidak pernah kita bisa lupakan seumur hidup kita.” Namun, menurutnya kehidupan harus terus berlanjut.

“Kita harus mulai nih, gitu kan? Enggak mungkin kita terpuruk dalam kemarahan, kesedihan. Jadi kita mikir harus tetap jalan, apapun itu, aku bekerja kembali seperti biasa, suami juga bekerja kembali seperti biasa,” ujar Endah yang berprofesi sebagai Dance Production Specialist di Santa Monica College, di Santa Monica, California.

Bersama teman-temannya, Endah akan mengadakan acara musik dengan konsep main band atau ‘jamming’ bersama, yang menampilkan musisi Indonesia di Los Angeles, juga yang khusus datang dari Indonesia.

“Ini adalah celebration of life. Jadi kenapa kita bikin dengan misi ini? Menurut aku, wajib untuk kita healing,” kata Endah.

“Walaupun mungkin banyak orang yang tidak terkena dampak langsung seperti saya, pasti kita butuh hiburan, kita butuh mungkin ngumpul sama teman, sekadar kita ketawa-ketawa sebentar saja, untuk mensyukuri kita semua, komunitas kita, tidak ada yang kehilangan nyawa,” tambahnya.

Hingga artikel ini dirilis, kebakaran hutan di Los Angeles telah menewaskan sedikitnya 24 orang. Presiden Joe Biden menyebut bahwa ini merupakan kebakaran yang paling luas dan mengerikan dalam sejarah California. Biden juga telah mengumumkan bahwa pemerintah federal akan menanggung 100 persen biaya penanganan bencana kali ini. [Red]#VOA