Kasus HIV/AIDS di Lamongan: 219 Terdeteksi, 9 Meninggal Dunia

  • Whatsapp

Dinkes Lamongan terus mendorong skrining dini dan mengapresiasi kesadaran masyarakat yang mulai aktif melakukan pemeriksaan. dr. Yany juga mengingatkan agar para penderita tidak melakukan aktivitas berisiko yang dapat menularkan virus, seperti hubungan seksual tanpa pengaman atau penggunaan jarum suntik tidak steril.

“Kasus baru ditemukan merata di semua kelompok usia. Karena itu, edukasi dan pencegahan harus menyasar seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan HIV bagi ibu hamil, guna memastikan kesehatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Pasien yang menjalani pengobatan diimbau untuk mengikuti arahan medis secara konsisten dan berkonsultasi jika mengalami penyakit penyerta.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam seminar peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Hotel Grand Mahkota Lamongan, Sabtu (6/12), mengungkapkan bahwa 69 persen penyintas HIV/AIDS di Lamongan berasal dari kelompok usia produktif, yakni 20–49 tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *