“Menurut saya [bantuan] itu bagus, tetapi penting bagi Kamboja menggunakan peralatan militer sesuai tujuannya karena saat ini ada perjuangan untuk mengkritik penggunaan kekuatan bersenjata untuk mempersiapkan tindakan keras terhadap demonstrasi?” kata Meas Ny.
Penyerahan bantuan militer kepada Kamboja berlangsung di Bandara Phnom Penh pada 29 Agustus. Acara penyerahan bantuan dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, dan Jenderal Mao Sophan, Wakil Komandan Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja dan Komandan Angkatan Darat. Selain itu, penyerahan bantuan juga digelar dalam rangka peringatan 65 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.
Menurut pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja, bantuan yang dikirim ke Pemerintah Kamboja diproduksi oleh produsen peralatan militer plat merah, PT PINDAD.
“Acara hari ini menyoroti hubungan yang langgeng antara militer Indonesia dan Kamboja,” jelas Dubes Santo.
“Saya senang melihat bahwa hubungan yang kuat tersebut telah memberikan landasan bagi peningkatan signifikan dalam kerja sama bilateral kita di berbagai bidang dalam beberapa tahun terakhir. Kami merasa terhormat melakukan hal ini pada saat kami merayakan 65 tahun hubungan diplomatik kami.” [Red]#VOA








