“Kami akan memasok 60 juta ton (batu bara) dari Afrika Selatan hingga akhir Maret 2025, yang berarti kami akan dapat memasok lebih banyak lagi ke India,” lanjut Masia.
Pangsa pasar Afrika Selatan dari impor batu bara termal India turun menjadi 16 persen pada tahun 2023, yang sebelumnya rata-rata berkisar 22 persen dalam tiga tahun terakhir sebelum pandemi COVID-19 melanda. Pangsa pasar Indonesia sendiri turun menjadi 58 persen pada tahun 2023 dari 65 persen pada tahun 2022.
Indonesia, yang merupakan eksportir bahan bakar untuk pembangkit listrik terbesar di dunia, menargetkan produksi batu baranya sebanyak 710 juta ton tahun ini.
“Meskipun ada kenaikan permintaan domestik, kami masih berharap permintaan India untuk batubara Indonesia tetap kuat,” kata Budiman pada acara konferensi yang sama. [Red]#VOA








