Kalah Saing dengan Barat, Indonesia dan Afrika Selatan akan Tingkatkan Pangsa Pasar Batu Bara di India

  • Whatsapp
Kapal berlayar di dekat tongkang yang terisi penuh batu bara di sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, 19 Desember 2022. (AP/Dita Alangkara)
Kereta Transnet Freight Rail terlihat di samping berton-ton batu bara yang ditambang dari tambang Khanye Colliery di dekatnya, di stasiun Bronkhorstspruit, di Bronkhorstspruit, sekitar 90 kilometer timur laut Johannesburg, Afrika Selatan, 26 April 2022. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Kereta Transnet Freight Rail terlihat di samping berton-ton batu bara yang ditambang dari tambang Khanye Colliery di dekatnya, di stasiun Bronkhorstspruit, di Bronkhorstspruit, sekitar 90 kilometer timur laut Johannesburg, Afrika Selatan, 26 April 2022. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)

“Batu bara kami memiliki kadar sulfur rendah dan nilai kalori yang tinggi, sehingga ini menjadi keunggulan (kami) dalam memasok batu bara ke pasar India. Produksi baja India sekiranya berjalan lancar, dan ini hal yang bagus bagi Afrika Selatan,” kata Kgabi Masia, kepala operasional pengolahan batu bara di perusahaan Exxaro Resources, pada acara konferensi Coaltrans India minggu ini.

Demi memperoleh keuntungan atas tawaran harga yang lebih tinggi, Afrika Selatan sempat berpaling dari India dan beralih meningkatkan suplai bahan bakar untuk pembangkit listrik di Eropa, setelah dimulainya perang Rusia dan Ukraina. Sementara itu, Indonesia kehilangan sebagian pangsa pasarnya karena kalah dari Australia, yang meningkatkan suplainya ke China.