Kabinet Israel Setuju Kirim Perunding ke Qatar untuk Bahas Gencatan Senjata

  • Whatsapp
Asap mengepul menyusul pemboman Israel di kota Rafah, Jalur Gaza selatan hari Minggu 25 Februari 2024, sementara konflik Israel dan Hamas terus berlangsung.

Israel menginginkan pembebasan semua sandera yang disandera dalam serangan 7 Oktober.

Halevi mengatakan bahwa Israel juga sedang dalam proses “merundingkan pembebasan para sandera.”

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Halevi mengatakan ada kaitan langsung antara keberhasilan militer dan proses perundingan.

Menurut pernyataan Hamas, pemimpin politiknya bertemu dengan para pejabat Mesir untuk membahas kemungkinan gencatan senjata dan pertukaran sandera yang ditahan oleh militan dengan warga Palestina yang dipenjara di Israel.

Sementara itu di dalam negeri Israel, ribuan warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv pada hari Sabtu, menyerukan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengundurkan diri.

Liad Gross salah seorang demonstran mengatakan, “Saya berdemo di sini untuk teman saya Eitan dan saudaranya yang telah diculik selama lebih dari 141 hari di Gaza. Dan saya mendengar bahwa ada banyak perundingan di Paris dan kami menantikan setiap perkembangan dan kami ingin mereka pulang serta mendoakan agar sesuatu yang baik terjadi setelah pembicaraan ini dan akhirnya bisa bertemu mereka.”

Polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan para pengunjuk rasa, yang berkumpul untuk unjuk rasa mingguan, sambil memegang poster yang menyalahkan Netanyahu atas serangan pimpinan Hamas di Israel selatan, yang menewaskan 1.200 orang dan mengakibatkan 250 sandera, sebagian besar warga sipil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *