Setyo, warga Provinsi Lampung, menjelaskan, “Yang paling krusial adalah tiket, pihak pelabuhan harus memperjelas kuota tiket. Dibandingkan tahun lalu, lebih mudah membeli tiket di loket tanpa jadwal pasti karena kami selalu bisa naik kapal feri kapan saja yang kami inginkan. Tapi saya pikir mereka harus memperbaiki sistem tiket online dan mungkin perlu menambah lebih banyak kapal dan dermaga untuk mengurangi antrean.”
Aditya Nugraha adalah warga Jakarta yang sedang mudik ke Palembang, Sumatera Selatan. Perjalanan pria berusia 21 tahun ini bersama keluarganya ditempuh dengan berkendara mobil yang harus ikut antre untuk menyeberang dari Merak ke Bakauheni.
Mengenai kemacetan yang dialaminya, dia mengatakan, “Kami berangkat dari rumah tadi malam sekitar jam 9 malam. Jadi sudah 13 jam sampai sekarang, masih terhambat oleh kemacetan yang sangat lama. Tentunya semoga segera ada solusinya untuk ke depannya.”








