Jokowi Bertemu Surya Paloh, Koalisi Indonesia Maju akan “Gemuk”?

  • Whatsapp
FILE - Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di teras Istana Merdeka Jakarta, 22 November 2016. (Biro Pers Kepresidenan)

“Daya tahan PDIP untuk menjadi oposisi kan sudah terbukti, dulu masa orde baru. Lalu di zaman pemerintahan presiden SBY juga oposisi. Jadi DNA-nya PDIP DN oposisi, walaupun pernah juga berkuasa dalam konteks 10 tahun terakhir, walaupun ada hubungan yang tidak baik dengan Jokowi. Dalam hal itu saya melihat satu-satunya partai yang siap beroposisi kelihatannya hanya PDIP,” jelasnya.

Meski begitu, ia berharap nantinya akan terjadi keseimbangan antara pemerintahan yang berkuasa dan oposisi yang menjadi pengawas pemerintah. Dengan begitu, katanya akan terjadi check and balance, serta praktik demokrasi yang lebih baik dalam lima tahun ke depan.

“Jadi kalau koalisi pemerintahannya kuat, oposisinya lemah, tidak akan ada pengawasan yang kuat, tidak akan ada kontrol yang kuat sehingga kekuasaan akan cenderung bisa saja disalahgunakan. Dalam konteks itu maka agar ada keseimbangan, untuk menjaga demokrasi maka perlu oposisi yang kuat dan tangguh. Persoalannya apakah, akan ada parpol yang mau menjadi oposisi? Mungkin sedikit, karena menjadi oposisi itu menderita, cenderung dikerjai, cenderung dicari-cari kasus hukumnya,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Tapi dalam konteks untuk menjaga demokrasi agar sehat, agar ada perimbangan kekuasaan, maka oposisi menjadi sebuah keniscayaan yang harus ada untuk mengontrol jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan,” pungkasnya.

Sembilan partai politik yang tergabung dalam “Koalisi Indonesia Maju” dan mengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, Partai Gerindra, PBB, Partai Gelora, Partai Garuda, PSI, dan Partai Prima.

Sementara paslon nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebelumnya diusung oleh tiga parpol yakni Nasdem, PKS dan PKS.

Paslon nomor urut 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD diusung oleh empat parpol yakni PDIP, Partai Persatuan pembangunan (PPP), Partai Perindo dan Partai Hanura.

Hingga Senin malam (19/2) peroleh suara Prabowo-Gibran masih mendominasi hasil quick count yang dimutakhirkan oleh KPU, serta dirilis sejumlah lembaga survei. Paslon nomor urut 2 meraih 56,61 persen suara versi KPU. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *