“Sebanyak 5.000 pencari kerja berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan latar belakang pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga sarjana, serta posisi yang tersedia dari tingkat staf hingga manajer,” terang Ainun Amalia.
Menurutnya, metode hybrid memberikan keuntungan bagi semua pihak. Para pencari kerja lebih mudah mengakses informasi lowongan dan dapat melamar ke banyak perusahaan secara bersamaan, sementara perusahaan lebih efisien dalam menemukan tenaga kerja dengan kualifikasi dan keterampilan yang dibutuhkan.
“Bagi kami, Dinas Tenaga Kerja juga dapat memantau tingkat partisipasi serta keterserapan tenaga kerja sebagai upaya konkret dalam menekan angka pengangguran di Sidoarjo,” tambahnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kabupaten ini mengalami penurunan dari 6,49 persen pada tahun 2024 menjadi 5,4 persen pada tahun ini. Pemkab berharap program seperti Job Fair Hybrid dapat terus berkontribusi dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [Swd]








