Anggaran 75 miliar yen itu merupakan bagian dari rekor anggaran pertahanan 7,95 triliun yen yang disetujui tahun lalu, ketika ketegangan dengan China dan Korea Utara meningkat.
Perdana Menteri Fumio Kishida berjanji untuk menggandakan belanja pertahanan ke standar NATO yaitu dua persen PDB pada 2027.
Jepang memiliki konstitusi pascaperang yang sifatnya damai, yang membatasi kapasitas militer mereka hanya ke tindakan yang merupakan bentuk pertahanan.








