Mantan Kapolres Situbondo itu juga mengajak para tokoh agama untuk mengantisipasi maraknya ujaran kebencian dan hoaks saat Pilkada serentak 2024.
Menurut AKBP Dwi Sumrahadi, perkara yang sering berpotensi menimbulkan perpecahan di antara masyarakat adalah ujaran kebencian dan hoaks.
“Ujaran kebencian dan Hoak ini sering membuat situasi menjadi tidak kondusif, terutama menjelang Pilkada serentak 2024,” lanjut AKBP Dwi Sumrahadi
Kapolres Ngawi juga menambahkan, pentingnya menjaga tali silaturahmi dengan ulama dan pemimpin agama untuk mewujudkan Kamtibmas yang kondusif.
Menurut AKBP Dwi Sumrahadi, Ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam mencegah provokasi dan menyebarkan pesan damai sehingga cooling system tercipta.








