Sejauh ini langkah yang telah dilakukan oleh Diskominfo SP Kabupaten Ngawi adalah dengan menguatkan literasi masyarakat terhadap pemberitaan maupun informasi yang muncul. Selain bagaimana masyarakat bisa menyikapi dan memvalidasi kebenaran berita yang beredar tersebut.
“Saat ini sudah banyak website yang menyediakan tracking pemberitaan, apakah berita itu benar atau tidak. Jadi diharapkan masyarakat lebih pintar dalam menyikapi setiap berita yang viral. Penguatan literasi kepada masyarakat terhadap isu-isu yang berkembang supaya tidak mudah terprovokasi,” terangnya.
Wahyu Sri Kuncoro, AP menegaskan bahwa pengawasan terhadap konten hoaks sangat penting. Sebab, hoaks dikhawatirkan dapat mengganggu kondusivitas menjelang dan selama penyelenggaraan Pilkada, selain itu juga berpotensi memecah belah masyarakat.








