Jelang Pilkada 2024, Adu Strategi Usung Kandidat Demi Meraih Suara Rakyat

  • Whatsapp
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri saat foto bersama para calon dari PDIP di Pilkada 2024, pekan lalu. (Courtesy: PDI Perjuangan)

Dewan Pimpinan Pusat DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyerahkan surat rekomendasi partai kepada 13 bakal calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada 2024. Senin lalu (5/8).

Peneliti dan akademisi Universitas Slamet Riyadi Solo, Doktor Suwardi, mengatakan pemilihan kandidat yang mendapat rekomendasi parpol, menjalani proses lama. Kader atau tokoh nonkader yang diusung parpol sangat selektif, tegas Suwardi.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Peneliti Universitas Slamet Riyadi Solo, Doktor Suwardi, saat merilis riset hasil pilkada di Solo, pekan lalu. (VOA/Yudha Satriawan)
Peneliti Universitas Slamet Riyadi Solo, Doktor Suwardi, saat merilis riset hasil pilkada di Solo, pekan lalu. (VOA/Yudha Satriawan

“Masyarakat memilih pada political personal, bukan hanya dari sisi kader parpol. Political personal itu popularitas, tingkat kesukaan atau kecocokan, akseptabilitas dan elektabilitas. Jadi apakah kandidat itu kader atau bukan kader, bagi parpol itu bisa menjamin kemenangan ya jelas akan berorientasi ke sana. Parpol mana sih yang nggak pengin menang di konstetasi. Kalau di dalam internal parpol ada kader political personal bagus ya akan dipilih tapi kalau ada tokoh di luar parpol yang lebih unggul ya jelas akan diambil parpol itu. Realistis lah,” ujar Suwardi kepada VOA.

Lebih lanjut Suwardi menjelaskan strategi pemilihan kandidat di partai pollitik berjenjang. Ada kader parpol yang merambah karir politik sejak dari bawah sebagai bentuk apresiasi loyalitas dan potensi meraup suara dominan masyarakat. Kader senior atau kader muda, katanya, tetap dipertimbangkan. [Red]#VOA