Jawa Tengah: “Kandang Banteng” yang Terbelah
Jumlah pemilih di Jawa Tengah dalam Pemilu 2024 sebanyak 28,2 juta.
Wilayah yang Dinamis
Apa yang terjadi di Jawa Tengah ini membuktikan wilayah tersebut dinamis dalam politik, baik itu tokoh maupun pemilihnya. Situasi ini menimbulkan banyak keraguan, bahkan bagi Ganjar Pranowo sendiri sebagai capres yang dicalonkan PDIP. Secara nasional, dia pernah mengatakan ketidakpercayaanya terkait perolehan suaranya sendiri, dengan membalikkan pertanyaan di depan jurnalis; apakah mereka percaya Ganjar hanya memperoleh suara sebesar itu.
Sementara cawapres Prabowo, Gibran Rakabuming Raka yang juga wali kota Solo, berkomentar hati-hati terkait perolehan suara ini. Dia bahkan mengakui Solo masih menjadi basis pendukung PDIP.
“(Karena tahu ‘kandang banteng’?) Ya makanya nggak ada target, nggak usah. Dari kami, dari relawan, tidak ada euforia gimana-gimana. Pemilu bisa berjalan dengan aman dan lancar. Kalau kami lebih ke masalah keamanan wilayah, itu yang jadi concern utama,” ujar putra sulung presiden Jokowi itu.
Gibran nampaknya tidak ingin fenomena beda pilihan, antara suara partai dan suara capres PDIP ini meruncing.
Sementara ketika ditanya di sebuah kesempatan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan partainya akan tetap mengawal penghitungan suara Pemilu 2024 hingga selesai.
“Terus kami lakukan pencermatan, meskipun sistem perhitungan dari KPU banyak yang meragukan dan dipakai dengan berbagai alat tertentu, tetapi kami kawal suara rakyat suara Tuhan,” ujar Hasto saat ditemui di rumah duka ibu mertuanya di Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, (20/2).
Jokowi Turun Gunung
Ada peran besar presiden Jokowi terhadap apa terjadi saat ini. Sepanjang akhir Januari hingga awal Februari, hanya beberapa hari sebelum pemilu, Jokowi aktif berkeliling ke Jawa Tengah. Dia memanfaatkan posisinya sebagai presiden, dengan menggelar berbagai kunjungan kerja, baik terkait isu pangan, pertanahan, air minum, infrastruktur jalan, hingga peresmian kampus, bangunan atau bahkan bermain sepakbola bersama anak-anak kampung.
Seniman Yogyakarta, Butet Kartaredjasa menyindir apa yang dilakukan Jokowi itu ketika dia berbicara di atas panggung, dalam kampanye pasangan Ganjar-Mahfud.









