Lanjutnya ditanya terkait kondisi pecah dan patahnya jalan rabat beton tersebut ia menambahkan. “Wah nek masalah rusak niku kulo mboten ngerti mas. Ten pak Kades mawon saene. (Wah kalau masalah rusak itu saya gak tau, ke pak Kades saja baiknya). Tambahnya.
Namun jika kita lihat selain itu diduga dalam pengerjaan rabat beton tersebut terjadi pengurangan material semen disamping proses pengerasan lantai dasar tidak dikerjakan dengan baik. Penyebab lain yaitu diperkirakan tanahnya gerak karena menurut warga setempat jalan rabat beton itu dulu sawah yang diuruk pedel lalu di cor.
Guna memperoleh kejelasan terkait kerusakan jalan rabat beton yang menggunakan anggaran DD TA 2024, tim media mendatangi balai desa Primpen untuk melakukan konfirmasi dengan Kades Primpen terkait persoalan ini
Namun setibanya di balai desa Primpen, Kades tidak berada dibalai desa, sehingga belum dapat melakukan konfirmasi lebih lanjut sampai berita ini diterbitkan.








