Serangan terhadap rumah sakit tersebut, salah satu dari tiga fasilitas medis di tepi utara Gaza, membuat fasilitas kesehatan utama terakhir di Gaza utara lumpuh, kata Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam sebuah unggahan di X.
Kementerian Kesehatan mengatakan beberapa pasien dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia yang tidak beroperasi, dan petugas medis dicegah untuk bergabung dengan mereka di sana. Beberapa pasien lainnya dipindahkan ke rumah sakit lain di selatan Jalur Gaza.
Beberapa staf medis yang dibebaskan tiba di Rumah Sakit Baptis Arab Al-Ahly di Kota Gaza.
Militer Israel mengatakan pada Jumat bahwa pasukan Hamas beroperasi dari Rumah Sakit Kamal Adwan selama perang yang telah berlangsung selama 15 bulan, menyebut tempat tersebut sebagai benteng utama. Hamas menepis klaim tersebut, menyebutnya sebagai “kebohongan” dan menyatakan tidak ada pasukannya yang berada di rumah sakit tersebut.
Kementerian Kesehatan Gaza juga melaporkan bahwa serangan Israel di seluruh wilayah kantong itu menewaskan 18 warga Palestina pada Sabtu (28/12). Sedikitnya sembilan di antaranya berada di sebuah rumah di Kamp Maghazi, Jalur Gaza tengah.








