Setidaknya 1.400 warga Lebanon, termasuk warga sipil, petugas medis dan kombatan Hizbullah, telah tewas dan 1,2 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam waktu kurang dari dua minggu. Israel mengatakan pihaknya bertujuan mengusir kelompok militan tersebut dari perbatasan sehingga warga Israel yang terlantar dapat kembali ke rumah mereka.
Pekan lalu, Israel melancarkan apa yang disebutnya operasi darat terbatas ke Lebanon selatan setelah serangkaian serangan menewaskan pemimpin lama Hizbullah Hassan Nasrallah dan lainnya. Pertempuran ini merupakan yang terburuk sejak Israel dan Hizbullah terlibat perang singkat pada 2006. Sembilan tentara Israel tewas dalam bentrokan darat yang menurut Israel telah menewaskan 440 pejuang Hizbullah.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan kepada wartawan di Damaskus bahwa “kami berusaha mencapai gencatan senjata di Gaza dan Lebanon.”
Menteri tersebut tidak menyebutkan nama negara-negara yang mengajukan inisiatif tersebut, dan mengatakan bahwa negara-negara tersebut mencakup negara-negara di Timur Tengah dan beberapa negara di luar kawasan itu.
Araghchi berbicara sehari setelah pemimpin tertinggi Iran memuji serangan rudal baru-baru ini terhadap Israel dan mengatakan pihaknya siap melakukannya lagi jika perlu.
Pada Sabtu petang, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, “Israel mempunyai tugas dan hak untuk membela diri dan menanggapi serangan-serangan ini, dan mereka akan melakukannya.” Mengenai Lebanon, dia mengatakan, “kami belum selesai.”










