Latja 2025 diharapkan menjadi model pendidikan kepolisian yang responsif terhadap kebutuhan zaman. Kolaborasi dengan Bakomsus Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat menegaskan peran POLRI sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.
**Integrasi Pendidikan Asta Cita dalam Pelatihan**
Latja kali ini mengusung pendekatan multidisiplin, menggabungkan kompetensi teknis kepolisian dengan program ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Peserta tidak hanya menjalani pelatihan di Sekolah Pembentukan Perwira Gizi (SPPG) POLRI untuk penguatan kapasitas *Manajemen Beban Gizi (MBG)*, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat dalam kegiatan pengabdian berbasis *community policing*.
**Fokus Kegiatan**:
1. **Penguatan Teknis Kepolisian**: Simulasi penanganan kasus kriminal, patroli integratif, dan manajemen konflik.
2. **Ketahanan Pangan**: Pendampingan petani dan nelayan lokal, revitalisasi lahan pertanian, serta inovasi teknologi pertanian presisi.
3. **Kesehatan Masyarakat**: Pengukuran antropometri anak untuk pemantauan status gizi, edukasi pola hidup sehat, dan pencegahan stunting.
4. **Pengembangan Karakter**: Pembentukan sikap mental disiplin, jiwa kebersamaan, dan etika profesi melalui *live-in* di rumah warga.








