Indonesia Kutuk Serangan Israel terhadap Fasilitas Diplomatik Iran di Damaskus

  • Whatsapp
Asap mengepul setelah apa yang disebut media Iran sebagai serangan Israel terhadap fasilitas diplomatik Iran di Damaskus, Suriah, 1 April 2024. (Foto: REUTERS/Firas Makdesi)

Yon menambahkan bahwa serangan terhadap kompleks Kedutaan Iran di Damaskus juga merupakan sebuah pesan bahwa Israel memiliki kemampuan untuk menyerang Iran kapan pun diperlukan. Dia memperkirakan hal tersebut berpotensi memperluas konflik dan kian mempersempit dukungan masyarakat internasional terhadap Iran.

Menurutnya, konflik berkelanjutan antara Israel dan Hamas di Palestina, bersama dengan pertempuran melawan milisi-milisi yang pro-Iran, meningkatkan kemungkinan bahwa serangan terhadap fasilitas diplomatik Iran dapat mendorong keterlibatan langsung Iran dan Suriah, tanpa perantara.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jika Iran terlibat langsung, lanjut Yon, Amerika Serikat (AS) tentu tidak akan tinggal diam. Sekutu Iran, yakni Rusia dan China, juga bisa memberikan dukungan jika negara Mullah itu terancam. Kalau Iran membalas, bisa saja hal tersebut akan menyulut peperangan yang lebih besar.

Mohamad Rosyidin, pengamat hubungan internasional dari Universitas Diponegoro mengatakan Israel memang sedang gencar menyerang musuh-musuhnya di Timur Tengah, seperti Hizbullah di Lebanon dan Garda Revolusi Islam Iran di Suriah. Selain itu, Israel juga tengah berperang dengan Hamas di Jalur Gaza.

Serangan atas kompleks Kedutaan Iran di Damaskus itu menjadi pesan bahwa Israel tidak akan berkompromi soal keamanan nasionalnya. Israel menganggap Iran sebagai musuh nomor wahid dan harus dilenyapkan dari peta dunia karena merupakan ancaman nyata.

Rosyidin memperkirakan eskalasi konflik antara Iran dan Israel kecil kemungkinannya karena Iran menyadari risikonya jika berperang secara terbuka menghadapi Israel. Karena itu, Iran akan menggunakan milisi-milisi dukungannya untuk melawan Israel.

“Serangan Israel ke gedung Konsulat Iran di Suriah, ini merupakan strategi Israel untuk mengeliminasi musuh-musuhnya, yang sekarang itu makin meluas, tidak hanya Hamas di Gaza, tetapi juga kelompok-kelompok gerilyawan yang didukung oleh Iran, terutama Garda Revolusi dan Hizbullah,” katanya.

“Jadi Israel sejak serangan Hamas Oktober lalu, sepertinya tidak bisa dihentikan untuk melakukan serangan secara ekspansif karena bagi Israel serangan tersebut benar-benar melukai harga diri Israel,” imbuh Rosyidin.

Orang-orang berkumpul di dekat konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, 1 April 2024. (Foto: REUTERS/Firas Makdesi)
Orang-orang berkumpul di dekat konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, 1 April 2024. (Foto: REUTERS/Firas Makdesi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *