Indonesia Kutuk Serangan Israel terhadap Fasilitas Diplomatik Iran di Damaskus
Yon menambahkan bahwa serangan terhadap kompleks Kedutaan Iran di Damaskus juga merupakan sebuah pesan bahwa Israel memiliki kemampuan untuk menyerang Iran kapan pun diperlukan. Dia memperkirakan hal tersebut berpotensi memperluas konflik dan kian mempersempit dukungan masyarakat internasional terhadap Iran.
Menurutnya, konflik berkelanjutan antara Israel dan Hamas di Palestina, bersama dengan pertempuran melawan milisi-milisi yang pro-Iran, meningkatkan kemungkinan bahwa serangan terhadap fasilitas diplomatik Iran dapat mendorong keterlibatan langsung Iran dan Suriah, tanpa perantara.
Jika Iran terlibat langsung, lanjut Yon, Amerika Serikat (AS) tentu tidak akan tinggal diam. Sekutu Iran, yakni Rusia dan China, juga bisa memberikan dukungan jika negara Mullah itu terancam. Kalau Iran membalas, bisa saja hal tersebut akan menyulut peperangan yang lebih besar.
Serangan atas kompleks Kedutaan Iran di Damaskus itu menjadi pesan bahwa Israel tidak akan berkompromi soal keamanan nasionalnya. Israel menganggap Iran sebagai musuh nomor wahid dan harus dilenyapkan dari peta dunia karena merupakan ancaman nyata.
“Serangan Israel ke gedung Konsulat Iran di Suriah, ini merupakan strategi Israel untuk mengeliminasi musuh-musuhnya, yang sekarang itu makin meluas, tidak hanya Hamas di Gaza, tetapi juga kelompok-kelompok gerilyawan yang didukung oleh Iran, terutama Garda Revolusi dan Hizbullah,” katanya.
“Jadi Israel sejak serangan Hamas Oktober lalu, sepertinya tidak bisa dihentikan untuk melakukan serangan secara ekspansif karena bagi Israel serangan tersebut benar-benar melukai harga diri Israel,” imbuh Rosyidin.









