“Di OKI itu kan ada (negara anggota) yang menormalisasi (hubungan) dengan Israel, seperti negara-negara Teluk. Terus ada Turki hyang selama ini menjalin hubungan dengan Israel, kemudian Mesir, Yordania. Ada juga negara-negara OKI yang lain yang bermusuhan dengan Israel,” tuturnya.
Dalam kondisi saat ini, OKI harus mengambil upaya-upaya diplomatik yang lebih kuat dalam menekan Israel untuk menghentikan agresi militernya di Gaza. Dia mencontohkan negara-negara Arab bisa melarang wilayahnya digunakan untuk lalu lintas barang dan jasa sebagai salah satu upaya menekan Israel.
Perang Israel-Hamas yang telah berlangsung sejak 7 Oktober tahun lalu sudah menewaskan sedikitnya 39.790 warga Palestina dan melukai 91.702 orang lainnya. Perang ini berawal dari serangan kelompok militan Hamas ke selatan Israel yang menewaskan 1.200 orang. Hamas juga menculik 250 orang lainnya, yang sebagian besar telah dibebaskan dalam perjanjian gencatan senjata pertama bulan November lalu. [Red]#VOA








